Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview

DLH DKI Jawab Kekhawatiran Warga: Operasional RDF Rorotan Dikawal Ketat dan Bertahap

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17 views

JAKARTA — Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan bahwa operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan secara penuh, melainkan bertahap dan dengan pengawasan ketat sejak proses pengangkutan hingga pengolahan sampah.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa RDF Plant Rorotan saat ini masih beroperasi secara terbatas, lima hari dalam seminggu dengan dua shift kerja. Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.

 

“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Asep.

 

Ia menjelaskan, pasokan sampah yang diolah berasal dari enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur. Dalam setiap tahap peningkatan kapasitas, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan berfungsi optimal dan sesuai standar teknis.

 

Selain proses pengolahan, perhatian besar juga diberikan pada aspek pengangkutan sampah yang selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama warga. Asep menegaskan, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.

 

“Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” tegasnya.

 

DLH DKI Jakarta juga mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, termasuk memastikan bak tertutup rapat dan penampungan lindi tidak bocor.

 

“Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan,” jelas Asep.

 

Meski dalam beberapa waktu terakhir Jakarta dihadapkan pada cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, DLH DKI Jakarta memastikan langkah mitigasi terus dilakukan melalui penyesuaian teknis operasional di lapangan.

 

“Prinsip kehati-hatian menjadi pegangan kami. Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan, Asep menegaskan adalah bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab. “Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah,” pungkas Asep.